Alamak, Harga Bawang Meroket, Pedagang: Karena di China Belum Panen


Nasional.in ~ Harga bawang putih dua pekan terakhir melonjak hingga tembus di atas Rp 60.000/kilogram (kg). Padahal, harga normalnya berkisar antara Rp 35.000-Rp 40.000/kg.

Sejumlah pedagang mengatakan, harga melonjak karena pasokan dari pasar induk berkurang, salah satunya dari Pasar Induk Kramat Jati. Berdasarkan penelusuran detikFinance ke Pasar Kramat Jati, pasokan bawang putih memang berkurang.

Ini terjadi karena pasokan bawang putih dari China juga seret. Selama ini Indonesia mengimpor bawang putih dan mayoritas berasal dari China.

Menurut Sarsulim Arsad, pedagang besar bawang putih di Pasar Kramat Jati, kiriman dari China berkurang karena di sana belum panen bawang putih.

"Barang itu panennya nanti di bulan 6 (Juni), awal bulan 6. Itu panen yang baru," terang Sarsulim kepada detikFinance, di Pasar Kramat Jati, Jumat (12/5/2017).

Alhasil, Sarsulim mengatakan, pasokan bawang putih dari China akan kembali lancar mulai bulan depan. Selain pasokan lancar, dia memperkirakan harga bawang putih juga akan turun bulan depan.

"Kalau nanti bulan Juni sampai Juli barang banyak lagi, pasti turun harganya. Kalau sekarang ini pasokannya kurang, sekarang barang enggak ada di China, kan bawang impor dari sana doang. Itu yang sudah-sudah (terjadi) begitu," jelasnya.

Dia menambahkan, saat ini hanya punya stok 100 karung bawang putih, padahal biasanya 300 karung. Sarsulim menjual bawang putih Rp 48.000/kg, naik dari sebelumnya antara Rp 30.000-Rp 35.000/kg.

"Sekarang stoknya enggak banyak paling saya cuma punya 100 karung. Importir masuk satu kontainer itu kan masuknya 1.500 karung, itu dibagi-bagi di sini, jadi barangnya sedikit. Biasanya saya dapat bisa 300 karung kalau barangnya ada," tutur Sarsuli

ADA BERITA MENARIK SCROLL KE BAWAH www.NASIONAL.in
Sumber Berita : detik.com 

0 Response to "Alamak, Harga Bawang Meroket, Pedagang: Karena di China Belum Panen"

Posting Komentar

close
Banner iklan disini