Rumah Korban Perampok Sadis Pulomas Batal Jadi Mushola Tapi Dijual, Sebabnya ..


Nasional ~ Rumah milik Dodi Triono, yang menjadi tempat perampokan disertai pembunuhan sadis di Pulomas Utara nomor 7A, Jakarta Timur, dikabarkan tengah dipasarkan untuk dijual.

Kabar tersebut dibenarkan oleh Masjo (32), seorang pekerja di Pos ronda dekat rumah itu.

Menurut dia, keputusan untuk rumah itu dijual adalah kesepakatan keluarga almarhum Dodi.

"Benar mas, memang mau dijual. Tapi keluarga gak mau pasang plang, apalagi melibatkan agen properti gitu mas. Cuma dari mulut ke mulut saja," kata Masjo kepada rmoljakarta, Rabu (15/3).

Saat ditanyakan apakah rumah tersebut masih dalam proses hukum sebagai Tempat Kejadian Perkara (TKP), Masjo menyebut hal itu sudah selesai.

"Udah nggak mas, udah selesai. Kan udah dua kali rekonstruksi. Garis polisinya saja udah gak ada," terang dia.

Masjo juga mengungkapkan, sebenarnya ada satu orang yang ditugaskan menunggu di rumah itu. Namun, orang tersebut lebih banyak di dalam rumah.

Sehingga, ketika ada orang yang datang menanyakan rumah itu, lebih banyak bertanya kepada dirinya.

"Tadi pagi sekitar jam 10 juga ada yang datang nanyain. Udah ada beberapa yang berminat mas, cuma masih nego harga kali," terangnya.

Awalnya, kata Masjo, keluarga sempat ingin menjadikan rumah tersebut mushola. Namun, hal itu batal, akhirnya keluarga sepakat untuk menjualnya.

"Tadinya sempat mau dibikin mushola mas. Tapi mungkin keluarga gak mau repot lagi. Kalu bikin mushola kan harus bangun ulang, keluar biaya lagi. Akhirnya dijual mas," ujarnya.


Sumber Berita : Rmol.co

0 Response to "Rumah Korban Perampok Sadis Pulomas Batal Jadi Mushola Tapi Dijual, Sebabnya .."

Posting Komentar

close
Banner iklan disini