MUI: Lebih Baik Uang dari Arab, Ketimbang Investasi Tiongkok lalu Diserbu TKA China


Nasional ~ Kedatangan Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz Al Saud begitu luar biasa. Seluruh elemen masyarakat Indonesia antusias menyambut kedatangan penjaga dua kota suci itu, tak terkecuali Wakil Ketua MUI Yunahar Ilyas.

Buat Yunahar, pemerintah Indonesia harus memanfaatkan kunjungan ini untuk mendongkrak investasi Indonesia. Menurutnya saat ini Saudi cenderung tidak nyaman berinvestasi di Amerika dan Eropa. Di antaranya karena adanya Islamphobia. Nah sebagai gantinya investasinya bisa dialihkan ke Indonesia.

Menurut Yunahar lebih baik uang dari Arab Saudi yang masuk ke Indonesia. Ketimbang investasi dari Tiongkok. Sebab kalau investasi dari Tiongkok, biasanya diikuti serbuan tenaga kerja dari sana.

Berbeda dengan Saudi, yang sangat kecil kemungkinan investasi diikuti masuknya tenaga kerja Saudi ke Indonesia. “Di Saudi saja kekurangan tenaga kerja,” tuturnya, kemarin

Dari sisi ideologi, kerjasama investasi dengan Saudi lebih aman karena jauh dari isu penyebaran ideologi komunisme. Baginya ideologi Saudi sama dengan Indonesia. Yakni sebagai negara yang menjunjung agama. Sementara itu, Ketua DPR Setya Novanto telah meminta semua anggota dewan untuk hadir pada pertemuan dengan Raja Salman hari ini.

Meskipun seluruh anggota dewan itu sedang dalam masa reses mulai Jumat (24/2) hingga pertengahan Maret. Meskipun tidak menyebut sanksi khusus, tapi dia telah meminta bantuan fraksi untuk mengimbau seluruh anggota legislatif datang ke DPR.

”Dan saya lihat justru antusias yang datang sekarang pada acara tersebut. Kita screening betul-betul kehadirannya itu,” ujar dia.

Pembahasan di DPR lebih akan menyangkut isu-isu secara umum. Mulai dari kerja sama di bidang ekonomi, tenaga kerja, dan haji.

”Investasi Indonesia dan Saudi Arabia dan tentu kita harapkan agar kita diberi kesempatan membangun ke sana (Arab, red),” imbuh ketua umum partai Golkar itu.


Sumber Berita : Fajar.co.id

0 Response to "MUI: Lebih Baik Uang dari Arab, Ketimbang Investasi Tiongkok lalu Diserbu TKA China"

Posting Komentar

close
Banner iklan disini