Arab Saudi, Pangeranpun Di-Qisos Pancung Kepala karena Bunuh Temannya


Nasional ~ Saudi Arabia adalah salah satu negara di dunia yang masih menerapkan hukuman mati. Walau ditentang penggiat Hak Azazi Manusia (HAM) dunia, bersama beberapa negara lain tetap mempertahankan hukuman mati dalam hukum positif negaranya. Indonesia, Malaysia, China, dan Amerika Serikat masuk dalam kelompok negara yang masih menerapkan hukuman mati ini, walau dengan model berbeda dalam pelaksanaannya. Indonesia dengan tembak, Amerika dengan suntik, Malaysia dengan gantung, dan Saudi dengan pancung didepan umum.

Pangeran pertama yang dipancung di depan umum adalah Pangeran Faisal bin Musaid bin Abdul Aziz As Saud (18/6/1975). Pangeran Faisal bin Musaid dijatuhi hukuman pancung di depan umum  karena membunuh Raja Faisal bin Abdul Aziz As Saud (25/3/1975), Raja Saudi pertama yang berkunjung ke Indonesia dan melakukan embargo minyak ke Amerika tadi. Walaupun membunuh Raja dengan tembakan, didalam Istana, dan didepan pasukan pengawal namun Pangeran Faisal bin Musaid tidak ditembak ditempat oleh pengawal Raja. Pangeran Faisal bin Musaid diadili dan dipancung didepan umum atas putusan dan perintah pengadilan. Ya, dipancung atas putusan dan perintah pengadilan, bukan ditembak ditempat. Sejatinya hanya Hakimlah yang boleh menjatuhkan hukuman mati pada seseorang. Bandingkan dengan Densus 88.

Terbaru, Pangeran Turki bin Saud Al-Kabir dipancung tanggal 18 Oktober 2016 silam karena terbukti membunuh temannya, Adel Al Mohaimeed, dalam sebuah pertengkatan tahun 2013 silam. Setelah menjalani proses persidangan, dan penolakan keluarga korban untuk memberikan maaf dan menerima denda diyat, pengadilan memutuskan dan memerintahkan untuk melaksanakan hukum qisos terhadap Pangeran Turki bin Saud Al Kabir dengan cara dipancung di depan umum. Raja Salam tak ikut campur. Perintah pengadilan pun dilaksanakan.

Jika Pangeran Faisal bin Musaid dijatuhi hukuman pancung karena membunuh raja, Pangeran Turki bin Saud Al Kabir dijatuhi hukuman mati karena membunuh rakyat jelata. Tak ada motif politik sedikitpun dalam penegakan hukum pancung kepada kedua pangeran tersebut, semua murni penegakan hukum.


Sumber Berita : Rmol.co

0 Response to "Arab Saudi, Pangeranpun Di-Qisos Pancung Kepala karena Bunuh Temannya"

Posting Komentar

close
Banner iklan disini